Rabu, 07 September 2016

Cara Bisnis Ternak Jangkrik Bagi Pemula

Cara Bisnis Ternak Jangkrik Bagi Pemula - Jangkrik merupakan salah satu binatang yang banyak digunakan sebagai pakan burung oleh para penggemar burung. Bagi yang tinggal di daerah yang masih cukup banyak terdapat jurang-jurang kecil/pendek dipinggir jalan mungkin sering mencari mencari atau menumkan jangkrik karena memang biasanya banyak jangkrik yang dapat ditemukan ditempat seperti itu. Dan mungkin malah anda sempat mengalami masa-masa kecil dimana anda sering mencari jangkrik di tempat-tempat seperti itu, untuk kemudian memeliharanya dirumah, dan biasanya kemudian kita akan mengadu suara jangkrik yang kita miliki dengan milik teman kita yang lain.


Namun karena dalam perkembangannya, jangkrik banyak digunakan sebagai pakan burung ataupun sebagai umpan untuk memancing, maka bisnis ternak jangkrik pun sempat booming beberapa waktu yang lalu. Dan sampai saat inipun masih cukup banyak juga yang masih melakoni ternak jangkrik tersebut. Hal tersebut salah satu alasannya tentu saja karena memang permintaan jangkrik dipasaran sampai saat ini masih cukup banyak, terutama jangkrik untuk pakan burung. Informasi yang dapat kami temui sampai saat tulisan ini dibuat, harga per kilogram jangkrik bisa mencapai Rp40.000,- sampai dengan Rp50.000,-.

Bisnis ternak jangkrik sendiri merupakan bisnis yang boleh dibilang cukup minim resikonya dan tingkat keberhasilannya juga bisa mencapai 90%. Namun begitu bukan berarti kita bisa sesuka hati dalam beternak jangkrik, tetap ada langkah atau upaya yang kita mesti lakukan agar budidaya jangkrik yang kita lakoni bisa berhasil dan memberikan keuntungan. Tidak sedikit hal-hal yang mesti kita perhatikan dalam beternak jangkrik, salah satunya adalah mengenai lokasi, kemudian juga mengenai kandang, dan juga yang tak kalah penting mengenai pakan jangkrik sendiri.

Dan mengenai lokasi ternak jangkrik yang disarankan diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Usahakan mencari tempat yang tenang dan teduh untuk budidaya jangkrik dan juga memiliki sirkulasi udara yang baik.
  • Jauhkan lokasi budidaya dari sumber-sumber kebisingan seperti misal pasar, jalan raya, dan sebagainya.
  • Kemudian usahakan agar tempat budidaya jangkrik tidak terkena sinar matahari secara langsung atau berlebihan.
  • Bebas dari gangguan predator, agar jangkrik aman.
  • Usahakan agar tempat budidaya jangkrik jauh dari kandang ayam.

Cara Beternak Jangkrik

1. Persiapan Sarana dan Peralatan Budidaya Jangkrik

Seperti kita ketahui bersama bahwa aktifitas jangkrik bisanya dilakukan di malam hari, maka kandang jangkrik jangan diletakkan ditempat yang langsung terkena sinar matahari dan sebaliknya, kandang jangkrik harus kita letakkan ditempat yang teduh dan gelap. Dan untuk membuat suasan kandang jangkrik yang kita buat menyerupai dengan habitat asli jangkrik, kita dapat mengoleskan lumpur sawah ke dinding kandang kemudian juga menaruh daun daunan kering, bisa dengan daun pisang, daun sukun dan lain-lainnya. Hal tersebut ditujukan agar jangkrik dapat mencari tempat bersembunyi sekaligus untuk menghindari sifat kanibalisme dari jangkrik itu sendiri.

Pada dinding bagian atas kandang, sebaiknya dilapisi dengan lakban keliling untuk mencegah jangkrik merayap naik sampai keluar kandang. Lalu buatlah sebuah lubang yang ditutup kain kasa atau sebagainya guna memberikan sirkulasi udara pada kandang dan untuk menjaga kelembaban kandang tersebut. Mengenai ukuran kandang jangkrik sendiri tidak ada ukuran yang baku atau pasti, hal tersebut menyesuaikan saja dengan kebutuhan dan populasi jangkrik yang kita ternak.

Namun biasanya kandang jangkrik dibuat persegi panjang dengan tinggi kandang antara 30-50cm, kemudian untuk lebar antara 60-100cm dan dengan panjang 120-200cm. Untuk membuat kotak (kandang) kita bisa menggunakan papan kayu dengan rangka kaso. Untuk menghemat biaya, papan kayu bisa juga kita ganti dengan menggunakan triplek. Kandang jangkrik sendiri biasanya dibuat secara bertingkat dimana kandang bagian bawah biasanya memiliki minimal empat kaki penyangga. Dan pada bagian kaki biasanya dialasi dengan mangkuk yang bersi air atau minyak atau gemuk, yang bertujuan untuk mengantisipasi gangguan dari binatang seperti semut, tikus, cicak dan lain sebagainya yang dapat membahayakan jangkrik-jangkrik yang kita ternak.

Dan dibawah ini dapat anda lihat beberapa contoh kandang jangkrik yang bisa anda tiru atau modifikasi sesuai dengan keperluan.

2. Pembibitan Jangkrik

Setelah kandang telah selesai kita siapkan, selanjutnya adalah mengenai bibit jangkrikyang akan kita pelihara atau ternakkan. Seperti halnya dalam beternak binatang lain, usahakan kita mencari bibit jangkrik yang sehat, tidak cacat (kaki atau sungutnya patah), dan telah berumur 10-20 hari. Untuk induk jangkrik yang baik, usahkan yang berasal dari tangkapan alam bebas, karena biasanya akan memiliki ketahanan tubuh yang lebih baik. Jika sulit mendapatkannya induk jangkrik betina bisa kita dapatkan dengan cara membeli ke peternakan, namun untuk induk jangkrik jantan usahkan tetap mendapatkan dari hasil tangkapan alam, karena biasanya lebih agresif.

Ciri-ciri induk jangkrik jantan dan induk jangkrik betina yang baik diantaranya adalah sebagai berikut:
a. Induk jangkrik betina memiliki sungut (antena) yang masih cukup panjang kemudian juga masih memiliki dua kaki belakang yang lengkap yang membuat jangkrik tersebut dapat melompat dengan tangkas, gesit dan tentu saja kelihatan sehat. Biasanya badan dan juga bulu jangkrik memiliki warna yang hitam mengkilap. Pilihlah induk jangkrik yang berbadan besar dan jangan memilih jangkirk yang ketika kita pegang mengeluarkan cairan dari mulut dan bagian duburnya.

b. Induk jangkrik jantan biasanya akan selalu mengeluarkan suara mengkerik, kemudian pada bagian permukaan punggung atau sayapnya kasar dan bergelombang, dan tidak memiliki ovipositor pada bagian ekornya.


Dalam merawat jangkrik yang telah dikeluarkan dari kotak penetasan umur 10 hari, kita harus benar-benar teliti dan rajin mengawasi atau mengontrol dalam hal pemberian makanannya, karena pertumbuhan jangkrik tersebut akan sangat pesat sehingga jika kita telat atau kurang dalam memberikan makanan kepada jangkrik-jangkrik tersebut, maka anakan jangkrik akan menjadi kanibal dengan memakan anakan jangkrik lainnya yang lebih lemah. Untuk mengurangi kanibaliseme tersebut, maka usahakan jangan sampai kurang dalam hal pemberian makan, dimana biasanya makanan yang kita berikan dapat berupa ubi, singkong, sayuran dan dedaunan. Berikan makanan-makanan tersebut secara bergantian setiap harinya.
Selain masalah kanibalisme jangkrik, kita juga perlu memperhatikan atau mengontrol kelembaban udara, dan juga ancaman dari binatang lainnya seperti semut, tikus, kecoa dan lain sebagainya.

Pembiakan jangkrik yang umum dikenal adalah dengan cara mengawinkan induk jangkrik jantan dan betina, dan dalam hal bertelur ada yang secara alami dan juga ada yang dengan cara caesar. Namun cara caesar tersebut memiliki risiko dimana kemungkinan besar induk betina akan mati, selain itu telur yang diperoleh juga akan tidak merata tuanya sehingga daya tetasnya menjadi rendah.

Induk jangkrik dapat menghasilkan telur yang memiliki daya tetas tinggi kurang lebih 80-90% apabila kita memberikan makanan yang cukup bergizi tinggi. Dan mengenai hal tersebut biasanya para peternak memiliki ramuan-ramun sendiri yang khusus diberikan kepada jangkrik yang diternaknya, seperti misal bekatul jagung, kuning telur bebek, tepung ikan, ketan item dan tak jarang bahkan ditambah juga dengan vitamin.

Di alam liar, biasanya jangkrik meletakkan telur pada tanah atau pasir, jadi pada kandang yang kita buat khusus untuk peneluran siapkanlah media pasir yang dapat kita letakkan pada piring kecil. Perbandingan atanra induk jangkrik betina dan jantan adalah 10:2 yang ditujukan agar kita bisa mendapatkan telur dengan daya tetas yang tinggi. Ketika jangkrik telah selesai bertelur sekitar 5 hari, maka pisahkan telur dari induknya dengan tujuan agar telur tidak dimakan oleh induknya. Dan juga bagian dalam kandang disemprot dengan cairan antibiotik (cotrymoxale).

Dalam satu kandang kita cukup meletakkan 1 sampai dengan 2 sendok teh telur dimana dalam satu sendok teh itu sendiri diperkirakan ada sekitar 1.500 sampai dengan 2.000 butir telur. Dan selama proses tersebut berlangsung biasanya warna telur akan berubah mulai dari bening sampai dengan kelihatan keruh. Kita juga mesti menjaga kelembaban telur dengan menyemprotnya setiap hari dan juga telur mesti kita bolak-balik agar tidak berjamur. Telur jangkrik tersebut akan menetas merata dalam waktu 4-6 hari.


3. Pemeliharaan Jangkrik

Seperti telah diutarakan diatas, sanitasi merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam hal pengelolaan budidaya jangkrik. Sebelum memasukkan jangkrik kedalam kandang, ada baiknya mengoleskan lumpur sawah pada bagian dinding kandang dimana sebelumnya kandang juga kita bersihkan terlebih dahulu. Hal tersebut ditujukan untuk menghindari zat-zat atau racun yang terdapat pada bahan kandang. Sedangkan untuk menjaga jangkirk dari serangan hama seperti semut, kecoa, tikus dan lain sebagainya maka kandang dibuatkan kaki-kaki dimana setiap kaki-kaki tersebut dilapisi dengan kaleng yang berisi air atau minyak atau gemuk.

Menjaga kandang jangkrik agar memiliki kondisi yang menyerupai dengan habitat aslinya memang sangat penting, namun begitu kontrol makanan pada jangkrik juga merupakan salah satu hal yang tak kalah penting. Berikanan makanan yang bergizi dan cukup, untuk meminimalisir terjadinya kanibalisme jangkrik di kandang.


4. Pemberian Pakan Jangkrik

Untuk anakan jangkrik yang berumur 1 sampai 10 hari, dapat kita berikan voor (makanan ayam), yang dibuat dari kacang kedelai, beras merah dan jagung yang dihaluskan. Setelah masa atau fase tersebut, barulah anakan jangkrik dapat kita berikan makanan berupa sayur-sayuran atau dedaunan disamping jagung muda dan gambas. Untuk jangkrik yang sedang dijodohkan, berilah makanan berikut ini: sawi, wortel, jagung muda, kacang tanah, daun singkong serta ketimun karena memiliki kandungan air yang tinggi. Ada juga yang memberikan pakan pada jangkrik yang sedang dijodohkan berupa bekatul jagung, ketan hitam, kuning telur bebek, kalk, tepung ikan dan ditambah dengan vitamin yang dicampur dan dihaluskan menjadi satu.


5. Pemeliharaan Kandang Jangkrik

Untuk urusan pemeliharaan kandang jangkrik, boleh dibilang tidaklah terlalu sulit atau merepotkan. Yang penting yang mesti kita lakukan adalah untuk menjaga kelembaban kandang, dan juga sebisa mungkin mencegah agar hama atau bahaya dari luar dapat dihindari atau diminimalisir, tidak masuk kedalam kandang. Selain itu, setiap dua hari sekali gantilah air yang terdapat pada kaleng di kaki-kaki penyangga kandang.

Hama dan Penyakit Jangkrik

1. Hama, Penyakit dan Penyebabnya
Mengenai hama dan penyakit, untuk sampai saat ini masih belum ditemukan penyakit yang serius yang menyerang atau menjangkiti jangkrik. Yang cukup sering ditemukan adalah biasanya penyakit yang ada timbul karena jamur yang menempel pada daun-daun. Sedangkan untuk masalah hama, biasanya yang sering menyerang jangkrik adalah semut atau serangga kecil lainnya, tikus, cicak, katak dan ular.

2. Pencegahan Serangan Hama dan Penyakit
Makanan dan daun-daunan tempat berlindung yang telah terkena jamur sebaiknya lekas dibuang, hal tersebut untuk menghindari terjadinya infeksi yang diakibatkan oleh jamur. Sedangkan untuk mencegah hama, seperti telah diutarakan diatas dapat diatasi dengan melapisi kaki-kaki kandang dengan kaleng yang berisi air atau bisa juga dengan melumasi kaki kandang dengan menggunakan gemuk.

3. Pemberian Vaksinasi dan Obat
Seperti telah disebutkan diatas bahwa sampai saat ini masih belum ditemukan penyakit yang serius yang menyerang jangkrik, maka hama dan penyakit masih dapat diatasi dengan tindakan prefentif. Oleh sebab itu vaksinasi dan pemberian obat rasanya masih belum diperlukan untuk saat ini.

Panen Jangkrik

Para petani atau peternak jangkrik bisa mendapatkan keuntungan atau bisa memanen hasil ternak jangkriknya dalam 2 cara, dimana nilai ekonomisnya boleh dibilang sama besar, yakni dengan cara menjual telur jangkrik kepada para peternak lainnya atau dengan cara menjual jangkrik dewasa yang biasanya digunakan untuk pakan burung, pakan ikan, dan bisa juga digunakan untuk membuat tepung jangkrik.


Nah, itulah tadi informasi mengenai cara bisnis ternak jangkrik bagi pemula yang dapat kami sampaikan, dimana informasi diatas kami sajikan sebaik mungkin dengan menyatukan berbagai informasi-informasi yang ada. Semoga informasi diatas bermanfaat bagi anda semua terutama yang saat ini sedang berencana untuk memulai bisnis ternak jangkrik. Semoga informasi diatas bisa menjadi referensi bagi anda, dan akhir kata semoga anda semua yang akan terjun ke bisnis ternak jangkrik bisa memperoleh kesuksesan sesuai dengan apa yang anda harapkan.



JUAL TELUR JANGKRIK ALAM DAN KALUNG

Pesan SMS/Telpn : 0858.2308.4042 / PIN BBM 7BDEDC09




CARA PEMESANAN DAN CARA PEMBAYARAN :
Pesan SMS/Telpn : 0858.2308.4042 / PIN BBM 7BDEDC09


Format SMS : Nama # Alamat Lengkap + Kode Pos # No Hp # Jumlah Pesanan # Nama Barang

1. Format SMS/BBM : Nama#Alamat Lengkap#No Hp anda # Jumlah Pesanan # Nama Barang
2. Tunggu balasan dari kami yang berisi total biaya dari pesanan anda (termasuk ongkos kirim).
3. Silahkan lakukan pembayaran melalui rekening bank BRI, BCA, BNI dan MANDIRI yang kami kirim melalui SMS, kemudian jika sudah melalukan pembayaran silahkan balas dengan sms konfirmasi pembayaran anda dengan format dibawah ini :
[ SUDAH TRANSFER : JUMLAH TRANSFER#NAMA BANK TUJUAN#NAMA #ALAMAT LENGKAP#NO HP ANDA#JUMLAH PESANAN#JENIS JANGKRIK]
CONTOH : [ SUDAH TRANSFER: RP 650.704#MANDIRI#KIKI ANDRIANI#JL BEDJO NO 11 GEMARANG MADIUN JAWA TIMUR#0858.2308.4042#2kg#telur jangkrik alam]
4. Tranfer pembayaran yang masuk sebelum jam 10 siang, barang akan kami kirim hari itu juga, jika diatas jam 10 siang kami akan kirim pesanan di hari berikutnya.

Cara ternak jangkrik yang efektif

Jangkrik merupakan salah satu serangga yang sering dijadikan pakan burung, ikan dan reptil. Permintaan akan jangkrik seiring dengan naiknya minat untuk memelihara burung, ikan dan reptil. usaha ternak jangkrik  cukup mudah dilakukan baik untuk skala kecil maupun besar.
Sebelum membahas tentang cara ternak jangkrik, ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu jenis dan sifat bintang ini. Nama ilmiah jangkrik Gryllus Sp., termasuk dalam keluarga Gryllidae. Menurut catatan terdapat lebih dari 1000 spesies jangkrik yang hidup di daerah tropis.
Di Indonesia, setidaknya sudah dikenal 100-an spesies jangkrik. Namun belum semuanya terpetakan secara lengkap. Jenis spesies yang banyak dipelihara untuk ternak jangkrik komersial adalah Gryllus mitratus dan Gryllus testaclus. Selain itu, masih terdapat jangkrik yang diternakan untuk tujuan lain, seperti hobi dan hewan aduan.
Jangkrik merupakan hewan herbivora. Di alam bebas serangga ini memakan daun-daunan muda seperti rerumputan. Dalam lingkungan budidaya, bisa diberi pakan sayuran hijau yang banyak mengandung air seperti sawi, bayam, selada, mentimun dan daun pepaya.




Persiapan kandang

Langkah pertama untuk memulai ternak jangkrik adalah menyiapkan kandang atau tempat budidaya jangkrik. Kandang untuk ternak jangkrik bisa dibuat dari berbagai bahan seperti kardus papan atau triplek. Pada kesempatan kali ini, kami akan memberikan contoh pembuatan kandang jangkrik dari kayu dan kasa.
Desain kandang untuk ternak jangkrik kotak seperti peti, bisa terbuat dari papan atau tripleks. Berikut gambaran kandang jangkrik kotak tunggal.
  • Kotak terbuat dari papan atau tripleks dengan tulang dari kayu kaso/kayu reng. Ukuran panjang 100 cm, lebar 60 cm dan tinggi 30-40 cm.
  • Gunakan lem pada setiap sambungan dan sudut peti. Gunanya agar jangkrik yang baru menetas tidak keluar lewat celah sambungan. Ukuran jangkrik baru menetas sangat kecil.
  • Permukaan bagian atas harus bisa dibuka tutup dengan menggunakan engsel.
  • Pada sisi muka dan belakang diberi lubang ventilasi. Ukuran lubang ventilasi 50 x 7 cm, posisi lubang sekitar 10 cm dari atas (lihat gambar). Ventilasi ditutup dengan kasa kawat ukuran halus agar jangkrik kecil tidak bisa kabur.
  • Pada sisi pinggir diberi celah atau cantelan untuk pegangan. Gunanya untuk memudahkan mengangkat atau menggeser peti.
  • Pada sekeliling sisi bagian dalam, kira-kira 10 cm dari atas, berikan isolasi plastik. Gunanya agar jangkrik tidak merayap ke atas.
  • Pasang kaki-kaki pada keempat sudut peti, kira-kira tingginya 10 cm. Keempat kaki-kaki tersebut nantinya diletakan pada mangkung yang diisi air atau cairan lain. Gunanya untuk mencegah hama seperti semut masuk ke dalam kandang.
Kandang jangkrik juga bisa dibuat bersusun, misalnya tiga susun untuk menghemat tempat dan efisiensi budidaya. Kandang jangkrik sebaiknya diletakkan di dalam ruangan yang gelap, tidak terkena sinar matahari langsung.
Selain terlindung dari sinar matahari langsung, ternak jangkrik juga membutuhkan ketenangan. Sebaiknya pilih ruangan yang memiliki angin cukup, gelap, jauh dari hiruk pikuk dan lalu lalang pergerakan manusia.

Persiapan bibit jangkrik

Seperti sudah diuraikan sebelumnya, bibit untuk ternak jangkrik yang biasa diternakan dari jenisG. miratus dan G. testaclus. Bibit bisa dibeli dari toko pakan yang menyediakan pakan hidup. Sebenarnya jenis jangkrik lain bisa juga diternakan, ada beberapa spesies yang memang sulit atau lambat perkembangbiakkannya.

Bibit atau indukan ternak jangkrik sebaiknya didapat dari tangkapan alam. Atau kalau sulit, sekurang-kurangnya bibit jangkrik jantan didapat dari alam. Karena biasanya indukan jantan hasil tangkapan alam lebih agresif.
Ciri-ciri calon indukan jangkrik:
  • Sungut atau antena masih panjang, seluruh anggota badan masih lengkap, bisa melompat jauh dan gesit, badan berwarna mengkilap.
  • Jangan pilih jangkrik yang bila dipegang mengeluarkan cairan baik dari mulut maupun duburnya.
  • Induk jantan mengeluarkan derikan yang keras. Permukaan sayap atau punggungnya bergelombang dan kasar.
  • Induk betina ada ovipositor pada bagian ekornya, ekornya ada tiga bagian tengah merupakan ovipositor. Ukurannya besar.
Cara membedakan jangkrik jantan dan betina yang paling mudah adalah melihat ekornya. Jangkrik jantan hanya memiliki dua helai ekor sedangkan betina terlihat memiliki 3 helai ekor. Sebenarnya ekor bagian tengah adalah ovipositor.

Cara ternak jangkrik

Kondisi kandang untuk ternak jangkrik harus memperhatikan tingkat kelembaban dan binatang pengganggu. Kelembaban harus terus dikontrol, terutama saat musim kemarau, Untuk menjaga kelembaban bisa dilakukan dengan penyemprotan atau menutup kandang dengan karung goni basah.
Musuh atau hama ternak jangkrik lumayan banyak, diantaranya tikus, kecoa, semut dan laba-laba. Selain itu, jangkrik bisa menjadi kanibal bila ketersediaan makanan dalam kandang tidak mencukupi.

a. Mengawinkan jangkrik

Tempat untuk mengawinkan jangkrik sebaiknya terpisah dengan tempat pembesaran anakan. Kondisi kandang untuk mengawinkan sebaiknya dibuat aga mirip dengan habitat jangkrik di alam. Dinding kandang bisa diolesi tanah liat, semen putih serta diberi daun-daun kering, seperti daun jati, daun pisang atau serutan kayu.
Jangkrik yang akan dikawinkan harus berasal dari spesies yang sama. Bila indukan jantan dan betina berbeda spesies, perkawinan tidak akan terjadi. Untuk mengawinkan jangkrik masukan indukan betina dan jantan dengan perbandingan 10:2.
Dalam kandang perkawinan, siapkan bak pasir atau tanah sebagai tempat peneluran. Selama masa perkawinan jangkrik jantan akan mengeluarkan suara derik terus menerus. Jangkrik betina yang telah dibuahi akan bertelur. Telur biasanya diletakkan dalam pasir atau tanah.
Selama masa perkawinan jangkrik harus mendapatkan asupan pakan yang cukup. Contoh pakannya kubis, sawi, kangkung, bayam, daun pepaya dan jenis sayuran hijau lainnya. Buang pakan yang tersisa setiap hari, jangan sampai pakan membusuk di dalam kandang.
Beberapa peternak ada yang memberikan ramuan khusus bagi jangkrik yang sedang dikawinkan. Misalnya, bekatul, tepung ikan, kuning telur bebek yang telah direbus dan dihaluskan, dan beberapa vitamin. Katanya agar telur yang dihasilkan bisa banyak dan berkualitas. Apakah hal tersebut efektif? belum ada ujinya hanya berdasarkan dari pengalaman beberapa peternak saja.

b. Menetaskan telur

Telur jangkrik akan menetas setelah 7-10 hari, terhitung sejak perkawinan. Maksimal 5 hari setelah induk betina bertelur (sebelum menetas), pisahkan telur-telur tersebut. Hal ini untuk menghindari si induk memakan telurnya sendiri.
Pindahkan ke dalam kandang penetasan telur yang juga sekaligus pembesaran anakan. Warna telur yang telah dibuahi akan berubah dari bening menjadi keruh. Setelah 4-6 hari biasanya telur menetas.
Pada masa penetasan, kelembaban kandang harus terus dijaga dengan penyemprotan air, atau menutup kandang dengan karung goni basah.

c. Pemberian pakan

Setelah telur menetas, langkah selanjutnya adalah memberikan pakan. Jangkrik yang baru menetas, berumur 1-10 hari diberikan pakan ayam (voor), yang terbuat dari kacang kedelai, beras merah, dan jagung kering yang dihaluskan.
Setelah lewat 10 hari, anakan jangkring bisa dikasih makan sayur-sayuran dan jagung muda. Selanjutnya pakan bisa ditambahkan singkong, mentimun atau ubi.

d. Pemeliharaan kandang

Penting untuk menjaga kandang tetap higienis dan bersih, serta terhindar dari gangguan hama. Hal lain yang perlu dijaga adalah kondisi kandang agar tetap lembab dan gelap. Selain itu tetap jaga agar makanan cukup tersedia, karena bila kurang jangkrik akan kanibal, saling emmangsa di antara mereka.
Buang pakan yang tersisa setiap hari, jangan sampai membusuk di dalam kandang. Kandang yang baru dibuat sebaiknya dicuci dahulu, jangan sampai masih berbau vinil bila terbuat dari tripleks. Caranya, lumuri permukaan kandang dengan lumpur sawah untuk dan dijemur hingga kering.
Periksa air yang ada pada mangkuk atau kaleng pada kaki-kaki kandang. Tambah atau ganti bila cairan sudah sedikit. Cairan yang digunakan bisa air, minyak tanah, atau jenis cairan lain yang bisa mencegah hama masuk ke dalam kandang.

e. Pemanenan

Ada dua output yang bisa dipanen dari ternak jangkrik, yaitu jangkrik dewasa dan telur jangkrik. Telur jangkrik biasanya dijual lebih mahal dari jangkrik itu sendiri. Telur biasanya dijual kepada para peternak jangkrik pembesaran.
Ternak jangkrik sudah bisa dipanen setelah mencapai umur kurang lebih 30 hari. Terhitung sejak telur mulai menetas.

JUAL TELUR JANGKRIK ALAM DAN KALUNG

Pesan SMS/Telpn : 0858.2308.4042 / PIN BBM 7BDEDC09

 CARA PEMESANAN DAN CARA PEMBAYARAN :
Pesan SMS/Telpn : 0858.2308.4042 / PIN BBM 7BDEDC09


Format SMS : Nama # Alamat Lengkap + Kode Pos # No Hp # Jumlah Pesanan # Nama Barang

1. Format SMS/BBM : Nama#Alamat Lengkap#No Hp anda # Jumlah Pesanan # Nama Barang
2. Tunggu balasan dari kami yang berisi total biaya dari pesanan anda (termasuk ongkos kirim).
3. Silahkan lakukan pembayaran melalui rekening bank BRI, BCA, BNI dan MANDIRI yang kami kirim melalui SMS, kemudian jika sudah melalukan pembayaran silahkan balas dengan sms konfirmasi pembayaran anda dengan format dibawah ini :
[ SUDAH TRANSFER : JUMLAH TRANSFER#NAMA BANK TUJUAN#NAMA #ALAMAT LENGKAP#NO HP ANDA#JUMLAH PESANAN#JENIS JANGKRIK]
CONTOH : [ SUDAH TRANSFER: RP 650.704#MANDIRI#KIKI ANDRIANI#JL BEDJO NO 11 GEMARANG MADIUN JAWA TIMUR#0858.2308.4042#2kg#telur jangkrik alam]
4. Tranfer pembayaran yang masuk sebelum jam 10 siang, barang akan kami kirim hari itu juga, jika diatas jam 10 siang kami akan kirim pesanan di hari berikutnya.


Cara mudah ternak jangkrik

Budidaya burung saat ini memang sedang marak, maka permintaan jangkrik sebagai salah satu makanan burung juga meningkat. Dengan itu maka prospek budidaya jangkrik semakin cerah dengan tingginya permintaan akan permintaan jangkrik di pasaran, karena banyak daerah yang kekurangan akan pasokan jangkrik sebagai pakan ternak burung. Disini saya akan memberikan sedikit tentang cara ternak jangkrik, semoga bermanfaat.





Pembuatan Kandang Jangkrik
Tahap awal dalam budidaya jangkrik adalah persiapan kandang. Kandang yang baik adalah kandang yang :
1. Jangkrik terhindar dari pemangsa 
2. Mudah untuk mengontrol keadaan dan pertumbuhan jangkrik setiap waktu.
3. Menjadikan Kandang yang nyaman untuk jangkrik,
4. Pastikan sirkulasi udaranya bagus, 
5. Memudahkan pada saat pemanenan.
6. Jangan terkena sinar matahari langsung.

Sekarang kita memasuki Pembuatan, bahan dan bentuk kandang jangkrik yang saya buat sekarang :

Bahan-Bahan Pembuatan kandang Jangkrik :
1. Triplek
2. Paku Kecil
3. Kayu Kaso Kecil / kayu reng
4. Lem Kayu
5. Lakban Coklat yang besar ( ukuran 44 mm )
6. jangan lupa sediakan gunting, gergaji dll

Proses pembuatan Kandang jangkrik:
* Bentuk menjadi persegi panjang dengan ukuran : Panjang = 50 Cm, Lebar = 60 Cm, Tinggi = 120 Cm
* Beri Lem kayu pada setiap sudut untuk menutupi celah, perlu diketahui pada saat menetas jangkrik berukuran sangat kecil.
* Beri pinggiran atas bagian dalam dengan Lakban Coklat ... fungsinya agar jangkrik tidak bisa merayap terus ke atas.
* Jangan Lupa untuk Kandang Kaki dari kandang jangkrik beri jarang Min 20 Cm dan beri mangkuk yang diisi air dan garam, untuk menghindari semut, alternatif lain silahkan beri Lem tikus.

Persyaratan lokasi ternak jangkrik

Lokasi peternakan sebaiknya :
1. Usahakan lokasi budidaya harus tenang, teduh dan mendapat sirkulasi udara yang baik.
2. Lokasi jauh dari sumber-sumber kebisingan seperti pasar, jalan raya dan lain sebagainya.
3. Tidak terkena sinar matahari secara langsung atau berlebihan
4. Hindari Hama pemangsa jangkrik seperti : semut, cecak, laba-laba, ayam, kucing, kadal dll. 
5. Usahakan Lokasi mudah untuk dimonitor setiap hari perkandangnya 

Cara Menetaskan Telur Jangkrik

Buatlah kotak penetasan dengan ukuran P * L * T = 50 cm * 30 cm * 20 cm. Kotak ini dapat menampung 1 (satu) sendok telur jangkrik (berisi sekitar 2500-3000 butir).

A. Dengan Media Kain.
Potong kain dengan Ukuran Sekitar 25 cm * 25 cm, sementara alat yang digunakan berupa wadah plastik untuk meletakkan kain serta semprotan air berukuran kecil.
adapun cara penetasannya adalah sebagai berikut :
1. Masukkan satu sendok telur pada bagian tengah kain lalu atur permukaannya agar meratata.
2. Lipat semua sisi kain kebagian tengah secara bergantian mulai dari sisi kanan, kiri, atas dan bawah. jangan menekan kain yang dilipat, biarkan agak longgar sebagai jalan keluar untuk anak jangkrik yang menetas nantinya.
3. Masukkan kain berisi telur ke dalam wadah plastik, lalu letakkan wah plastik tersebut kedalam Kotak/kandang.
4. Selama telur belum ada yang menetas lakukan penyemprotan air secara rutin setiap hari agar kain tetap lembab.
5. Telur aka menetas sekitar 3-6 hari, tergantung usia si telur
6. Sebelum telur menetas biasanya telur akan berubah warna menjadi kuning kehitaman. untuk memastikan perkembangan dan keadaan telur, kain diperiksa setiap hari sebelum disemprot dengan air.
7. Kain ditutup kembali setelah pemeriksaan.

B. Dengan Media Pasir.
Penetasan dengan media pasir menggunakan pasir halus dan bersih yang telah diayak. Jemur / Sangrai agar kuman penyakit lainnya mati sehingga media pasir tersebut menjadi steril. Masukkan pasir halus tadi kedalam Nampan ukuran 15 cm * 20 cm atau dapat disesuaikan dengan ukuran kotak. Alat lainnya adalah semprotan air ( Spray ).

Adapun teknik penetasan dengan cara ini adalah :
1. Taburkan pasir secara merata dalam nampan dengan ketebalan 1-2 cm.
2. Taburkan telur jangkrik secara merata diatas pasir, lalu tutup kembali dengan pasir dengan lapisan harus setipis mungkin, asal telur tidak tampak dari permukaan.
3. Masukkan Nampan plastik kedalam kotak / Kandang yang telah dibuat.
4. Semprotkan air setiap hari, dan pastikan agar medianya tetap lembab.

Perawatan setelah telur jangkrik menetas
Bayi jangkrik yang baru menetas dapat dipelihara dalam kotak penetasan hingga umur 10 hari. Jangkrik kecil ini sangat rawan dengan kondisi lingkungan yang ada, sehingga perawatannya harus intensif. Jika tidak maka populasinya akan cepat menyusut. ada beberapa hal yang harus dilakukan setelah telur jangkrik menetas :
1. Menjaga Kelembaban ruangan.
2. Memperhatikan Pakan Nimfa.
3. Memberi penghangat.
4. Memberikan Inisial / tanda
5. Menjaga kebersihan lingkungan.

Mengatasi telur jangkrik yang baru menetas.

Ada 5 hal yang harus dipersiapkan terlebih dahulu :
1. Yang paling baik adalah membuat kotak penetasan telur jangkrik, biasanya ukurannya lebih kecil dibandingkan dengan Kotak pembesarannya. Hal ini guna memudahkan pada saat pengontrolan nimfa jangkrik.
2. Menjaga Kelembaban ruangan, pastikan ruangan tidak terlalu panas dan tidak terlalu lembab, untuk kelembaban biasanya dengan memberikan beberapa botol kecil yang diisi air dan ditutupi dengan kapas, biarkan kapas itu basah.
3. Memperhatikan Pakan Nimfa, pastikan Nimfa (jangkrik yang baru menetas) mendapatkan pakan dengan syarat : sayuran yang sesuai dengan usia jangkrik, biasaanya untuk nimfa saya berikan (Irisan -irisan Wortel, Pur Halus, dan tepung kacang hijau) tinggal dikombinasikan bergantian.
4. Memberi penghangat, untuk Daerah yang dingin pada malam hari biasanya diberikan lampu pijar 5 watt.
5. Memberikan Inisial / tanda, hal ini penting untuk dapat mengetahui Usia Jangkrik sehingga dapat menyesuaikan kapan harus dipanen, pemberian pakan yang tepat sesuai dengan Usianya dan masih banyak lagi kegunaan yang lainnya
6. Menjaga kebersihan lingkungan, pastikan pakan yang sudah lebih dari satu hari agar di angkat dan di buang dari kandang karena akan mengganggu pertumbuhan dan kesehatan si Jangkrik
7. Hindari Predator, ada beberapa cara untuk menghindari predator/ pemangsa misalnya ditutup dengan triplek dan tengahnya di beri area untuk kawat nyamuk yang berguna untuk Ventilasi, disetiap kakinya diberi mangkuk yang diisi oli bekas, pastikan predator tidak dapat memangsa jangkrik.






CARA PEMESANAN DAN CARA PEMBAYARAN :

Pesan SMS/Telpn : 0858.2308.4042 / PIN BBM 7BDEDC09
Format SMS : Nama # Alamat Lengkap + Kode Pos # No Hp # Jumlah Pesanan # Nama Barang

1. Format SMS/BBM : Nama#Alamat Lengkap#No Hp anda # Jumlah Pesanan # Nama Barang
2. Tunggu balasan dari kami yang berisi total biaya dari pesanan anda (termasuk ongkos kirim).
3. Silahkan lakukan pembayaran melalui rekening bank BRI, BCA, BNI dan MANDIRI yang kami kirim melalui SMS, kemudian jika sudah melalukan pembayaran silahkan balas dengan sms konfirmasi pembayaran anda dengan format dibawah ini :
[ SUDAH TRANSFER : JUMLAH TRANSFER#NAMA BANK TUJUAN#NAMA #ALAMAT LENGKAP#NO HP ANDA#JUMLAH PESANAN#JENIS JANGKRIK]
CONTOH : [ SUDAH TRANSFER: RP 650.704#MANDIRI#KIKI ANDRIANI#JL BEDJO NO 11 GEMARANG MADIUN JAWA TIMUR#0858.2308.4042#2kg#telur jangkrik alam]
4. Tranfer pembayaran yang masuk sebelum jam 10 siang, barang akan kami kirim hari itu juga, jika diatas jam 10 siang kami akan kirim pesanan di hari berikutnya.

Cara Budidaya Ternak Jangkrik yang Efektif dan Menguntungkan

Jangkrik merupakan salah satu binatang liar yang banyak dibudidayakan untuk dijadikan pakan burung, ikan dan reptip. Banyaknya permintaan akan binatang ini membuat banyak orang melirik potensi dari budidaya jangkrik. Banyaknya minat untuk memelihara burung dan hewan peliharaan lain menjadikan permintaan jangkrik meningkat. Oleh karena itu banyak yang bisa menghasilkan uang puluhan juta dari beternak jangkrik. Cara ternak jangkrik tidak terlalu sulit untuk dilakukan, mulai dari skala kecil maupun skala besar.




Mengenal Tentang Ternak Jangkrik

Untuk bisa Budidaya jangkrik dengan baik tentu Anda harus memiliki pengetahuan tentang binatang ini. Oleh karena itu sebelum kita membahas tentang cara budidaya jangkrik, sebaiknya kita mengenal lebih jauh tentang jenis serta sifat dari binatang ini. Jangkrik memiliki nama ilmiah Gryllus Sp. Binatang ini termasuk ke dalam golongan Gryllidae. Menurut penelitian di dunia ini terdapat sekitar 1000 spesies jangkrik yang ada di daerah tropis.

Di Indonesia sendiri populasi jangkrik cukup banyak, tercatat ada sekitar 100 spesies jangkrik yang tersebar di berbagai wilayah. Sedangkan untuk jenis jangkrik yang banyak dibudidayakan adalah Gryllus mitratus dan Gryllus testaclus. Tujuan dari ternak jangkrik adalah untuk dijadikan pakan burung, tetapi ada beberapa orang yang memanfaatkan binatang ini sebagai hewan aduan.

Jangkrip merupakan jenis binatang herbivora. Di habitatnya serangga ini memakan daun-daunan muda seperti rumput dan tumbuhan tertentu. Sedangkan ketika dibudidayakan, jangkrik biasanya diberi makan sayuran hijau yang mengandung banyak air seperti bayam, sawi, mentimun, selada dan juga daun pepaya. Berikut adalah langkah-langkah cara ternak jangkrik yang baik.

Menyiapkan Kandang untuk Jangkrik


Langkah awal agar bisa melakukan budidaya pada binatang ini tentu adalah membuatkan kandang untuk jangkrik. Untuk membuat kandang jangkrik cukup mudah, Anda bisa menggunakan bahan dari kardus, triplek atau papan kayu. Kali ini, kita akan praktek membuat kandang jangkrik sederhana yang terbuat dari kayu dan kayu. Bentuk kandang untuk ternak jangkrik kotak biasa seperti peti yang terbuat dari papan atau triplek.



Berikut adalah langkah atau gambaran dari kandang jangkrik sederhana.


  • Kotak terbuat dari bahan papan atau triplek dengan tulang menggunakan kayu reng. Untuk ukuran kotak panjang 100 cm, lebar 60 cm dan tinggi sekitar 30-40 cm.
  • Untuk sambungan bisa menggunakan lem kayu pada setiap sudut peti dan juga sambungan. Hal ini berfungsi untuk menjaga agar jangkrik yang baru menetas tidak keluar lewat celah sambungan.
  • Agar kandang bisa dibuka tutup bagiannya atasnya gunakan engsel untuk pintu penutupnya.
  • Untuk sisi muka dan belakang dibuat lubang ventilasi. Lubang ventilasi tersebut berukuran 50 x 7 cm, sedangkan untuk posisi lubangnya berada sekitar 10 cm dari atas. Ventilasi harus ditutup dengan kasa kawat ukuran kecil agar jangkrik kecil tidak kabur lewat lubang tersebut.
  • Pada kedua sisi kotak kandang diberi sebuah pegangan. Hal ini agar memudahkan kita dalam mengangkat atau menggeser peti.
  • Pada bagian dalam kandang, kira-kira 10 cm dari penutup atas diberikan isolasi plastik agar jangkrik tidak bisa merayap keluar.
  • Pada ke empat sudut kotak diberi kaki dengan tinggi sekitar 10 cm. Setelah itu pada ke empat kaki tersebut ditaruh di atas mangkuk yang telah diisi air. Hal ini untuk mencegah agar tidak ada hama atau serangga lain yang masuk ke dalam kandang.

Bagi Anda yang memiliki ruang yang terbatas, bisa membuat kandang jangkrik secara bersusun agar bisa menghemat tempat dan lebih efesien. Sebaiknya kandang jangkrik diletakan di dalam ruangan dan terhindar dari sinar matahari langsung. Selain itu agar jangkrik bisa tumbuh secara maksimal sebaiknya kandang diletakan pada tempat yang tenang. Pilihlah tempat yang jauh dari aktivitas manusia serta memiliki angin yang cukup dan agag gelap.


Persiapan Bibit Jangkrik


Pada awal tulisan ini kami sempat menyinggung bahwa jenis jangkrik yang biasa dibudidayakan adalah jenis G. miratus dan G. testaclus. Bibit jangkrik ini bisa Anda dapatkan di toko penjual pakan hidup. Sebenarnya ada beberapa jenis jangkrik lain yang bisa diternakan, tetapi memang ada beberapa spesies yang sulit atau lambat dalam perkembangbiakan.

Untuk hasil yang maksimal sebaiknya bibit jangkrik didapatkan dari tangkapan alam. Atau bila sulit mendapatkan indukan dari alam, setidaknya bisa mengambil pejantan yang didapat dari alam. Karena pejantan yang didapat dari alam memiliki sifat lebih agresif.

Ciri-ciri indukan jangkrik yang baik untuk dibudidayakan:


  1. Jangkrik memiliki sungut dan antena yang masih panjang, serta seluruh anggota badannya masih lengkap. Badan berwarna agag mengkilat serta masih bisa melompat dengan gesit dan jauh.
  2. Hindari jangkrik yang bila dipegang mengeluarkan cairan baik dari dubur atau mulutnya.
  3. Untuk indukan jangkrik jantan memiliki ciri derikan yang keras. Selain itu permukaan sayap dan punggungnya bergelombang agag kasar.
  4. Untuk induk betina memiliki ovipositor pada ekornya, bagian ekor memiliki tiga bagian tengah yang merupakan ovipositor. Ukuranya besar.
  5. Untuk membedakan jangkrik jantan dan betina yang paling mudah adalah dengan melihat ekornya. Jangkrik jantan biasanya hanya memiliki 2 helai ekor sedangkan jangkrik betina terlihat memiliki 3 ekor. Ekor bagian tengah adalah ovipositor.
Cara Ternak Jangkrik

Hal pertama yang harus diperhatikan dalam beternak jangkrik adalah kondisi kandang. Kondisi kelembaban kandang serta jauhkan dari binatang pengganggu. Pada musim kemarau kondisi kelembaban kandang harus selalu dijaga dengan cara menyemprotkan air secara berkala. Atau bisa juga dengan menggunakan kandang dengan karung goni basah.

Sedangkan untuk hama ternak jangkrik juga lumayan banyak diantaranya adalah kecoa, semut, tikus dan laba-laba. Untuk itu kondisi kandang harus terus dipantau agar tidak didekati hewan pemangsa tersebut. Hal lainnya adalah untuk terus menjaga ketersediaan makanan, karena jangkrik bisa menjadi kanibal dan memakan jangkrik lain bila tidak tersedia makanan yang mencukupi.



Usahakan tempat untuk mengawinkan jangkrik diletakan terpisah dengan tempat pembesaran anakan jangkrik. Tempat yang bagus untuk mengawinkan jangkrik adalah kandang yang mirip dengan kondisi di alam. Dinding kandang bisa dikasih tanah liat, semen putih serta daun-daun kering seperti daun pisang, daun jati dan juga potongan kayu kecil.

Harap diperhatikan, bahwa jangkrik yang dikawinkan harus berasal dari spesies yang sama. Karena bila indukan jantan dan betina berasal dari spesies yang berbeda tidak akan terjadi perkawinan. Untuk mengawinkan jangkrik bisa memasukan indukan betina dan jantan dalam satu kandang dengan perbandingan 10:2. Di dalam kandang tempat kawin, siapkan satu bak tanah atau pasir yang akan digunakan sebagai tempat jangkrik bertelur. Jangkrik jantan akan mengelurkan suara derik secara terus menerus selama masa perkawinan. Sedangkan jangkrik betina yang telah dibuahi akan bertelur dan biasanya telurnya akan diletakan di pasir atau tanah.

Untuk menunjang masa perkawinan jangkrik sebaiknya harus disediakan makanan yang cukup untuk jangkrik. Contoh pakan yang harus disediakan seperti sayuran bayam, kangkung, daun pepaya, sawi dan jenis sayuran hijau lain. Jaga kebersihan kandang ketika masa kawin dengan membuang pakan yang tersisa setiap hari. Jangan sampai pakan tersebut membusuk di dalam kandang. Ada beberapa peternak yang memiliki cara khusus untuk jangkrik yang sedang dikawinkan. Misalnya ketika kawin jangkrik akan diberi pakan campuran tepung ikan, bekatul, serta kuning telur bebek yang telah direbus dan dihaluskan. Serta penambahan beberapa vitamin. Berdasarkan pengalaman para peternak ketika masa kawin jangkrik yang diberikan ramuan khusus tersebut memiliki kualitas serta kuantitas telus yang lebih baik.

Cara Menetaskan Telur Jangkrik


Lama telur jangkrik dari awal sampai menetas memerlukan waktu sekitar 7-10 hari, terhitung sejak perkawinan. Sekitar hari kelima setelah induk betina bertelur, pisahkan telur tersebut ke kandang yang lain. Hal ini untuk menjaga agar si induk tidak memakan telurnya sendiri. Pindahkan telur tersebut ke dalam kandang untuk penetasan telur sekaligus digunakan sebagai pembesaran anakan jangkrik. Ciri-ciri telur yang telah dibuahi akan berubah warna dari bening menjadi lebih keruh. Setelah warna menjadi keruh biasanya sekitar 4-6 hari akan menetas menjadi jangkrik kecil.

Pada masa penetasan ini kondisi kandang harus dijaga kadar kelembabanya dengan cara menyemprotkan air atau bisa juga menggunakan karung goni basah.

Memberikan Pakan untuk Ternak Jangkrik

Salah satu kunci sukses dalam ternak jangkrik adalah pemberian pakan yang baik. Pemberian pakan untuk jangkrik biasanya dilakukan setelah jangkrik menetas. Untuk anakan jangkrik yang berumur 1-10 hari diberikan pakan ayam (voor), yang dibuat dari kacang kedelai, beras merah dan juga jagung kering yang telah digiling halus. Setelah lewat 10 hari, anakan jangkrik sudah bisa diberi pakan sayuran serta jagung muda. Untuk selanjutnya pakan biasa divariasikan dengan pemberian pakan singkong, ubi dan mentimun.


Memberikan lingkungan yang baik akan berdampak dengan kualitas jangkrik yang dihasilkan. Oleh karena itu sangat penting untuk menjaga kandang jangkrik agar selalu bersih dan higienis dan jauh dari hama. Selain itu Kelembaban serta cahaya pada kandang harus tetap diperhatikan, usahakan kondisi kandang agar tetap gelap (sedikit cahaya). Yang tidak kalah penting adalah tersedianya pakan yang cukup agar jangkrik tidak menjadi kanibal dan memangsa jangkrik yang lain.

Untuk menjaga kebersihan jangkrik, sisa pakan sayur harus selalu dibersihkan setiap hari agar tidak membusuk di dalam kandang. Selain itu kandang yang barus sebaiknya dibersihkan dengan cara dicuci terlebih dahulu agar bau triplek dan lem bisa hilang. Cara membersihkannya adalah dengan cara melumuri kandang dengan lumpur setelah itu dijemur hingga kering.

Untuk mencegah hama masuk ke dalam kandang, selalu periksa cairan di mangkuk pada kaki kandang. Cairan bisa berupa air biasa atau minyak atau cairan lain yang berguna untuk mencegah binatang lain masuk ke kandang. Tambahkan air tersebut bila volumenya berkurang.

Tahapan Panen Ternak Jangkrik

Ada beberapa pilihan panen dalam ternak jangkrik, yaitu memanen telur jangkrik atau memanen jangkrik yang telah dewasa. Untuk telur jangkrik biasanya dijual dengan harga lebih mahal dibandingkan dengan harga jangkrik dewasa. Telur jangkrik biasanya dijual kepada petani yang ingin membudidayakan ternak jangkrik. Untuk pemanenan jangkrik bisa dilakukan ketika jangkrik telah berusia 30 hari terhitung sejak jangkrik menetas.

Itulah langkah-langkah cara ternak jangkrik yang baik dan benar. Semoga bisa memberikan informasi yang berguna bagi Anda yang ingin mencoba usaha ternak jangkrik. Selain ternak jangkrik ada hewan lain yang bisa dibudiayakan dan memiliki potensi usaha yang sangat bagus yaitu budidaya kroto. Untuk informasinya Anda bisa membaca artikel lain tentang cara budidaya kroto.



CARA PEMESANAN DAN CARA PEMBAYARAN :
Pesan SMS/Telpn : 0858.2308.4042 / PIN BBM 7BDEDC09
Format SMS : Nama # Alamat Lengkap + Kode Pos # No Hp # Jumlah Pesanan # Nama Barang


1. Format SMS/BBM : Nama#Alamat Lengkap#No Hp anda # Jumlah Pesanan # Nama Barang
2. Tunggu balasan dari kami yang berisi total biaya dari pesanan anda (termasuk ongkos kirim).
3. Silahkan lakukan pembayaran melalui rekening bank BRI, BCA, BNI dan MANDIRI yang kami kirim melalui SMS, kemudian jika sudah melalukan pembayaran silahkan balas dengan sms konfirmasi pembayaran anda dengan format dibawah ini :
[ SUDAH TRANSFER : JUMLAH TRANSFER#NAMA BANK TUJUAN#NAMA #ALAMAT LENGKAP#NO HP ANDA#JUMLAH PESANAN#JENIS JANGKRIK]
CONTOH : [ SUDAH TRANSFER: RP 650.704#MANDIRI#KIKI ANDRIANI#JL BEDJO NO 11 GEMARANG MADIUN JAWA TIMUR#0858.2308.4042#2kg#telur jangkrik alam]

4. Tranfer pembayaran yang masuk sebelum jam 10 siang, barang akan kami kirim hari itu juga, jika diatas jam 10 siang kami akan kirim pesanan di hari berikutnya.